IPv6 adalah protokol "next generation" yang dirancang oleh IETF (http://www.ietf.org/) untuk menggantikan versi Internet protokol yang sekarang digunakan, IP Versi 4 ("IPv4"). Sebetulnya ada IP versi 5, yang di alokasikan untuk experimental Internet Stream Protocol versi 2 (ST-2), yang di jelaskan di RFC 1819.
Pada hari ini sebagian besar Internet menggunakan IPv4, IP versi 4 (IPv4) yang di jelaskan di RFC 791 (September 1981). Umurnya sudah lebih dari 20 tahun, tapi IPv4 cukup tangguh walaupun sudah tua, walau di awalnya mempunyai banyak masalah.
Ada beberapa keluarga protokol (termasuk Open System Interconnection) yang pernah di usulkan untuk menggantikan IPv4, tapi semuanya tidak ada yang berhasil karena penggunaan IPv4 yang telah sedemikian besar dan terus berkembang. Walaupun terus terang, IPv4 tidak di rencanakan untuk digunakan seperti yang kita gunakan hari ini, dari sisi jumlah mesin, tipe aplikasi maupun keamanan. Salah satu masalah yang paling besar saat ini adalah kekurangannya alokasi IPv4 yang sangat dibutuhkan oleh server / mesin yang tersambung ke Internet.
Di awal tahun 1990, Internet Engineering Task Force (IETF) melihat bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi hal ini adalah merancang versi IP yang baru sebagai pengganti IPv4. IETF membentuk working group next generation (IPng) untuk mendefinisikan protokol transisi yang menjaga kompatibilitas jangka panjang dengan versi IP yang sekarang maupun yang baru, dan mendukung aplikasi berbasis IP yang sekarang maupun yang akan datang.
Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia. Contoh alamat IP versi 6 adalah 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.
Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar